Hukum Sholat Berjamaah Idul Fitri di Luar Masjid Penuh dengan Pintu Tertutup Rapat - Bahtsul Masail TJF
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sail : Nazarudin (nama samaran)
Deskripsi Masalah:
Suatu hari, ketika melaksanakan
sholat berjamaah Idul Fitri, kami menemukan beberapa masjid yang sudah penuh
jamaah di dalamnya. Oleh karena itu, sebagian jamaah memilih untuk sholat di
luar masjid dengan pintu masjid yang tertutup rapat. Alasan pintu masjid
ditutup rapat adalah karena ruangan masjid ber-AC.
Pertanyaan:
Apakah sholat jamaah Idul Fitri bagi jamaah yang berada di
luar masjid dengan pintu masjid tertutup rapat karena ruangan ber-AC hukumnya
sah?
Jawaban
Hukum sholat jamaah Idul Fitri
bagi makmum yang berada di luar masjid penuh adalah sah.
Penjelasan:
- Referensi:
- Hasyiyah
Al-Bajuri 'ala Al-Khatib (2/148):Menjelaskan bahwa sholat makmum di
luar masjid sah jika memenuhi beberapa syarat, yaitu:
- Jarak
antara makmum dan masjid tidak lebih dari 300 depa (sekitar 120 meter).
- Makmum
mengetahui bahwa imam sedang sholat.
- Tidak
ada penghalang antara makmum dan imam yang menghalangi penglihatan dan
pendengaran.
- Kifayatul
Tanbih fi Syarh At-Tanbih (75/4):Menjelaskan bahwa batasan
"dengannya" dalam teks fiqih diartikan sebagai perkiraan.
- Jika
shaf (baris jamaah) terhubung antara makmum di luar masjid dan imam di
dalam masjid, sholat makmum sah.
- Kifayatul
Tanbih fi Syarh At-Tanbih (74/4):Menjelaskan bahwa syarat sahnya
sholat makmum adalah mengetahui bahwa imam sedang sholat.
- Jika
makmum di luar masjid tidak mengetahui bahwa imam sedang sholat,
sholatnya tidak sah.
Deskripsi Masalah:
- Jamaah
sholat Idul Fitri di dalam masjid penuh.
- Sebagian
jamaah sholat di luar masjid dengan pintu masjid tertutup rapat.
Analisis:
- Berdasarkan
deskripsi masalah, kemungkinan besar makmum di luar
masjid mengetahui bahwa imam sedang sholat.
- Pintu
masjid tertutup rapat tidak selalu menjadi penghalang yang
menghalangi penglihatan dan pendengaran, tergantung pada
konstruksi masjid dan seberapa rapat pintu ditutup.
- Jarak antara
makmum di luar masjid dan imam di dalam masjid tidak disebutkan dalam
deskripsi masalah.
Kesimpulan:
Dengan asumsi makmum di luar masjid mengetahui bahwa imam
sedang sholat dan jarak antara makmum dan masjid tidak lebih dari 300
depa, maka hukum sholat jamaah Idul Fitri bagi makmum di luar masjid
penuh adalah sah.
Catatan:
- Perlu diingat bahwa ini hanya analisis berdasarkan informasi yang tersedia.
- Syarat
sahnya sholat jamaah di luar masjid:
- Jarak
antara makmum dan masjid tidak lebih dari 300 depa.
- Makmum
mengetahui bahwa imam sedang sholat.
- Tidak
ada penghalang antara makmum dan imam yang menghalangi penglihatan dan
pendengaran.
- Pintu
masjid tertutup rapat tidak selalu menjadi penghalang
yang menghalangi penglihatan dan pendengaran.
- Jarak
antara makmum di luar masjid dan imam di dalam masjid perlu dipastikan.
Referensi Kitab:
📒[البجيرمي
,حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب ,2/148]
وَالْمَأْمُومُ (خَارِجَ
الْمَسْجِدِ) حَالَةَ كَوْنِهِ (قَرِيبًا مِنْهُ) أَيْ مِنْ الْمَسْجِدِ بِأَنْ
لَا يَزِيدَ مَا بَيْنَهُمَا عَلَى ثَلَثِمِائَةِ ذِرَاعٍ تَقْرِيبًا مُعْتَبَرًا
مِنْ آخِرٍ الْمَسْجِدِ لِأَنَّ الْمَسْجِدَ كُلَّهُ شَيْءٌ وَاحِدٌ لِأَنَّهُ
مَحَلُّ الصَّلَاةِ فَلَا يَدْخُلُ فِي الْحَدِّ الْفَاصِلِ (وَهُوَ عَالِمٌ
بِصَلَاتِهِ) أَيْ الْإِمَامِ الَّذِي فِي الْمَسْجِدِ بِأَحَدِ الْأُمُورِ
الْمُتَقَدِّمَةِ (وَلَا حَائِلَ هُنَاكَ) بَيْنَهُمَا كَالْبَابِ الْمَفْتُوحِ
الَّذِي لَا يَمْنَعُ الِاسْتِطْرَاقَ وَالْمُشَاهَدَةَ (جَازَ) الِاقْتِدَاءُ
حِينَئِذٍ،
📒بجيرمي على
الخطيب ج 2 ص 149
قَالَ الْقَمُولِيُّ :
وَلَوْ صَلَّى الْإِمَامُ بِصَحْنِ الْمَسْجِدِ وَالْمَأْمُومُ بِسَطْحِ دَارِهِ
اُشْتُرِطَ لِصِحَّةِ الصَّلَاةِ مَكَانُ الِاسْتِطْرَاقِ بَيْنَهُمَا مِنْ غَيْرِ
ازْوِرَارٍ وَانْعِطَافٍ ، وَلَا تَكْفِي الْمُشَاهَدَةُ ز ي وَ أ ج
📒كفاية التنبيه
في شرح التنبيه ٧٥/٤
قال الرافعي: والتحديد
بها على سبيل التقريب
حتى لو زاد شيئا يسيرا،
لا يثبت في الحس، ولا يذرع لا يعد منفصلا.
واعلم أن الذي يوجد في
أكثر النسخ: "وإن صلى به خارج المسجد، واتصلت به الصفوف، جازت صلاته"
وحينئذ فيكون التقدير: وإن صلى الإمام والمأموم جميعا خارج المسجد ،
واتصلت به- أي: بالمأموم - الصفوف جازت صلاته. ويوجد في بعض النسخ:
"وإن صلى خارج المسجد ، واتصلت به الصفوف جازت صلاته" [وحينئذ
فيكون] التقدير: وإذا صلى [المأموم أي]، خارج المسجد ،
واتصلت به الصفوف، [أى: اتصلت على المأموم الذي هو خارج المسجد الصفوف، ويجوز أن يكون التقدير: وإن صلى مع
الإمام خارج المسجد واتصلت به الصفوف]
جازت صلاته، وحينئذ فيكون موافقا للصورة التي بيناها على تقدير إثبات لفظة
"به"، لكنه خلاف الظاهر من اللفظ، وإثبات لفظة "به" [هو] الذي
حفظناه، ووقفنا عليه فى نسخة عليها خط المصنف.
📒كفاية التنبيه
في شرح التنبيه ٧٤/٤
أما إذا لم يعلم من في
المسجد بصلاة الإمام، لم تجز صلاته؛ لأن عليه اتباعه في أفعاله، وعدم العلم بها
يمنع من اتباعه فيها.
فإن قلت: قد أفهم قول
الشيخ: "مع الإمام في المسجد": أنه إذا صلى الإمام في المسجد، والمأموم
في رحبة المسجد، أو غيرها – [لا يكون حكمه كذلك.
Sumber Bahtsul Masail dari : Grup
WA TJF
Link Grup WA : https://chat.whatsapp.com/IYblj9KCsJw7sP1okKa4Mj
Halaman WA TJF : https://whatsapp.com/channel/0029VaXlYm12Jl8Cqxt2Nk39
%20_.jpg)
Komentar
Posting Komentar