Tinjauan Fikih Islam atas Pembangunan Masjid Baru dan Dampaknya terhadap Penurunan Jumlah Jama'ah di Masjid Lama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sail : Marsono (nama samaran)
Deskripsi Masalah:
Baru-baru ini, di daerah kami terjadi pembangunan masjid baru yang jaraknya sangat dekat dengan masjid lama. Hal ini menyebabkan jumlah jamaah di masjid lama, terutama saat sholat Jum'at, menurun drastis. Terkadang, jumlah jamaah di masjid lama hanya mencapai 40 orang.
Pihak takmir masjid baru beralasan bahwa mereka berani membangun masjid baru karena letaknya berada di desa yang berbeda, meskipun jaraknya berdekatan.
Pertanyaan:
- Bagaimanakah tinjauan fikih Islam terkait berkurangnya jumlah jamaah di masjid lama hingga di bawah 40 orang?
- Solusi apa yang dapat diterapkan jika jumlah jamaah di masjid lama kurang dari 40 orang?
- Apa saja batasan-batasan تعدد الجمعة (berjamaah Jum'at di beberapa masjid) yang tidak diperbolehkan, mengingat perkampungan di daerah kami sangat sempit?
Jawaban
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
- Menurut mazhab, shalat Jumat tidak sah jika jumlah jamaahnya kurang dari 40 orang. Namun, sebagian ulama membolehkan shalat Jumat dengan jumlah jamaah di bawah 40 orang.
- Berdasarkan referensi dari kitab I'anatut Tholibin jilid 2 halaman 70, pihak takmir masjid lama dapat menggabungkan shalat Jumat dengan masjid baru. Hal ini dibolehkan, karena merupakan pendapat Imam Syafi'i yang didukung dan diunggulkan oleh sebagian ulama pengikutnya.
- Berdasarkan referensi Bughyatul Mustarsyidin, dalam kasus anda di mana jarak antar masjid sangat dekat, maka تعدد الجمعة (berjamaah Jum'at di beberapa masjid) tidak diperbolehkan. Shalat Jum'at harus dilaksanakan di satu masjid saja yang dapat menampung minimal 40 jamaah.
Referensi Kitab:
Bughyah al-Mustarsyidin, hal.81
(مسألة: ج): المذهب عدم صحة الجمعة بمن لم
يكمل فيهم العدد، واختار بعض الأصحاب جوازها بأقل من أربعين تقليداً للقائل به،
(Masalah: jama'ah): Madzhab (pendapat) tidak sah shalat Jumat bagi mereka yang tidak mencukupi jumlahnya, dan sebagian pengikut (madzhab) memilih membolehkannya dengan kurang dari empat puluh sebagai taqlid (mengikuti) orang yang mengatakan boleh.
ليس في العدد
الذي تنعقد به الجمعة تحديد شرعي صريح ولهاذا كانت المسألة مجالا للاجتهاد فعند
أبي حنيفة بثلاثة مع الإمام وعند الإمام مالك وهو القديم عند الشافعي تنعقد باثني
عشر رجلا وعند الشافعي في الجديد وأحمد تنعقد بأربعين رجلا
Tidak ada batasan jumlah yang
jelas secara syar'i untuk terselenggaranya shalat Jum'at, karena itu masalah
ini menjadi area ijtihad. Menurut Abu Hanifah, shalat Jum'at terlaksana dengan
tiga orang termasuk imam. Menurut Imam Malik dan pendapat lama Imam Syafi'i,
shalat Jum'at terlaksana dengan dua belas laki-laki. Dan menurut pandangan baru
Imam Syafi'i dan Imam Ahmad, shalat Jum'at terlaksana dengan empat puluh
laki-laki.
I'anatut Tholibin : 2/70
وهل بجوز تقليد هذين القولين؟ الجواب نعم فانه
قول للامام نصره بعض اصحابه ورجحه
Dan apakah boleh bertaqlid
(mengikuti) kedua pendapat ini? Jawabannya, ya, karena ini adalah pendapat imam
[yang diakui], yang didukung oleh sebagian pengikutnya dan diunggulkan.
Fiqhul Islami : 2/1297
ويظهر لي أن
الجمعة تتطلب الاجتماع، فمتى تحققت الجماعة الكثيرة عرفاً، وجبت الجمعة وصحت، وليس
هناك نص صريح في اشتراط عدد معين والجماعة في الجمعة شرط بالاتفاق
Dan tampak jelas bagiku bahwa shalat Jum'at membutuhkan berkumpulnya jama'ah. Maka kapan terpenuhi jama'ah yang banyak secara 'urfi (kebiasaan umum), maka shalat Jum'at wajib dan sah. Dan tidak ada nash (teks) yang jelas dalam mensyaratkan jumlah tertentu, dan jama'ah dalam shalat Jum'at adalah syarat berdasarkan kesepakatan.
والحاصل من كلام الأئمة أن أسباب جواز تعددها
ثلاثة: ضيق محل الصلاة بحيث لا يسع المجتمعين لها غالبا والقتال بين الفئتين بشرطه
وبعد أطراف البلد بأن كان بمحل لا يسمع منه النداء أو بمحل لو خرج منه بعد الفجر
لم يدركها إذ لا يلزمه السعي إليها إلا بعد الفجر
Kesimpulan dari perkataan para
imam adalah, bahwa sebab-sebab bolehnya adanya beberapa shalat Jum'at ada tiga:
Sempitnya tempat shalat sehingga tidak dapat menampung jama'ah yang berkumpul
secara umumnya. Adanya pertempuran antara dua kelompok, dengan syarat-syaratnya.
Jauhnya lokasi dari pusat kota, sehingga tidak terdengar azan, atau jika
seseorang keluar setelah Subuh, dia tidak akan dapat menghadiri shalat Jum'at,
karena tidak diwajibkan baginya untuk bersegera mendatanginya kecuali setelah
Subuh.
Al-Mizanul Kubro : 1/209
ولو كان
التعدد منهيا عنه لا يجوز فعله بحال لورود ذلك ولو في حديث واحد فلهذا نفذت همة
الشارع في التسهيل على أمته في جواز التعدد في سائر الأمصار حيث كان أسهل عليهم من
الجمع في مكان واحد فافهم
Jika
keberadaan lebih dari satu shalat Jum'at (di satu daerah) dilarang, maka tidak
diperbolehkan melakukannya dalam kondisi apa pun, karena hal itu akan muncul
dalam satu hadits. Karena itu, niat pemberi syariat (Allah) untuk memudahkan
umat-Nya dengan membolehkan adanya lebih dari satu shalat Jum'at di beberapa
kota, ketika hal itu lebih mudah bagi mereka daripada harus berkumpul di satu
tempat. Maka fahamilah hal ini.
Qurrah al-'Ain bi-Fatawa Isma'il bin Zayn (halaman: 89)
حكم تعدد الجمعة فى بلدة واحدة أو قرية واحدة
مسألة : ما
قولكم في تعدد الجمعة في بلدة واحدة أو قرية واحدة مع تحقق العدد المعتبر فى كل
مسجد من مساجدها فهل تصح جمعة الجميع أو فيه تفصيل فيما يظهر لكم ؟
الجواب : أما
مسألة تعدد الجمعة فالظاهر جواز ذلك مطلقا بشرط أن لا ينقص عدد كل عن أربعين رجلا
, فإن نقص عن ذلك انضموا إلى أقرب جمعة إليهم إذ لم ينقل عن النبي صلى الله عليه و
سلم أنه جمع بأقل من ذلك. وكذلك السلف الصالح من بعده. و القول بعدم الجواز إلا
عند تعذر الإجتماع فى مكان واحد ليس عليه دليل صريح ولا ما يقرب من الصريح لا نصا
ولاشبهه بل إن سر مقصود الشرع هو فى اظهار الشعار فى ذلك اليوم وأن ترفع الأصوات
على المنابر بالدعوة إلى الله و النصح للمسلمين. فكلما كانت المنابر أكثر كانت
الشعارات أظهر و تبولت عزة الاسلام فى ان واحد فى أماكن متعددة إذا كان كل مسجد
عامرا بأربعين فأكثر . هذا هو الظاهر لى. والله ولي التوفيق
Hukum Penyelenggaraan Shalat
Jumat Berulang di Satu Kota atau Satu Desa Masalah: Apa pendapat Anda tentang
penyelenggaraan shalat Jumat berulang di satu kota atau satu desa, sementara
jumlah jama'ah di setiap masjid mencukupi syarat? Apakah sah shalat Jumat bagi
semua ataukah ada perinciannya menurut pandangan Anda? Jawaban: Adapun masalah
penyelenggaraan shalat Jumat berulang, tampaknya dibolehkan secara mutlak,
dengan syarat jumlah setiap jama'ah tidak kurang dari empat puluh orang
laki-laki. Jika kurang dari itu, mereka harus bergabung dengan shalat Jumat
terdekat, karena tidak diriwayatkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
melaksanakan Jumat dengan jumlah kurang dari itu, demikian pula generasi salaf
setelahnya. Pendapat yang melarang kecuali jika sulit berkumpul di satu tempat,
tidak memiliki dalil yang jelas, baik secara tekstual maupun mendekatinya.
Bahkan, rahasia tujuan syariat adalah untuk menampakkan syiar di hari itu, dan
mengangkat suara di atas mimbar untuk berdakwah kepada Allah dan menasihati
umat Islam. Semakin banyak mimbar, semakin nyata syiar Islam, dan semakin tegak
keagungan Islam di tempat-tempat yang berbeda, selama setiap masjid dihuni oleh
empat puluh orang atau lebih. Inilah yang tampak jelas bagiku. Dan Allah-lah
yang memberi taufik.
Nihayat al-Zayn 1/139 — Nawawi al-Jawi (w. 1316)
تَنْبِيه صَلَاة الظّهْر بعد الْجُمُعَة إِمَّا وَاجِبَة أَو مُسْتَحبَّة ويعلمان مِمَّا تقدم أَو حرَام وَلَا تَنْعَقِد إِذا لم يكن بِالْبَلَدِ إِلَّا جُمُعَة وَاحِدَة
فَائِدَة
الْجُمُعَة الْمُحْتَاج إِلَيْهَا مَعَ الزَّائِد على قدر الْحَاجة كالجمعتين
الْمُحْتَاج إِلَى إِحْدَاهمَا فَفِي ذَلِك التَّفْصِيل الْمُتَقَدّم
Catatan: Shalat Zhuhur setelah shalat Jumat, ada tiga kemungkinan hukumnya: Wajib Sunah Haram Hal ini diketahui dari pembahasan sebelumnya. Dan shalat Jumat tidak sah jika di satu kota/desa hanya ada satu shalat Jumat. Manfaat shalat Jumat yang dibutuhkan, melebihi dari yang dibutuhkan, seperti dua shalat Jumat, yang hanya membutuhkan satu. Dalam hal ini ada perincian yang telah disebutkan sebelumnya.
Wallohu A'lam.
Sumber Bahtsul Masail dari : Grup WA TJF
Komentar
Posting Komentar